Notice: Undefined index: key in /opt/lampp/htdocs/web-pjb/components/com_content/helpers/route.php on line 1

Notice: Undefined index: param1 in /opt/lampp/htdocs/web-pjb/components/com_content/models/article.php on line 2

PJB Bersih-Bersih Pantai Pulau Tidung

 PRESS RELEASE

Surabaya, 24 September  2016               Press Contact : Dina Permata Shari, Kabid KCSR PT PJB, 031-8283179 ext.130

Setelah ber-Gotong Royong Bersih-Bersih Sungai Ciliwung, PT Pembangkitan Jawa-Bali (PT PJB) kembali ambil bagian dalam Coastal Clean Up (CCU) di Pulau Tidung, Kepualauan Seribu, yang digagas Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu 24 September 2016. Ini merupakan wujud komitmen PT PJB terhadap lingkungan hidup. Rombongan insan PJB yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama PJB, Iwan Agung Firstantara, membersihkan sampah yang berserakan di Pulau Tidung bersama murid dan guru SD hingga SMK, Pramuka, Pengurus RT/RW, kelompok kebersihan, dan ibu-ibu PKK, serta beberapa perwakilan dari perusahaan swasta.

Gotong Royong Bersih-Bersih Sungai Ciliwung telah dilaksanakan 7 Agustus 2016 bersama KLHK. Meski PJB dalam aktivitas sehari-hari tidak bersentuhan langsung dengan Sungai Ciliwung maupun Pulau Tidung, PT PJB merasa perlu berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, demi  terwujudnya kebersihan, keindahan dan kelestarian alam. PT PJB merasa prihatin melihat kondisi Pulau Tidung yang dulu begitu bersih dan mempesona, kini penuh dengan sampah. Pulau yang tersohor dengan keindahan pantainya dan kejernihan lautnya itu di kotori bermacam jenis sampah. Selain memberihkan Pulau Tidung, Iwan Agung Firstantara dan Direktur Operasi I, Yuddy Setyo Wicaksono melakukan penanaman pohon serta menyerahkan bantuan berupa 10 unit Sepeda Darling (Sadar Lingkungan) kepada masyarakat Pulau Tidung, yaitu sepeda pancal yang  dilengkapi bak sampah organik dan un-organik di bagian belakang.

Ada lima lokasi yang menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih Pulau Tidung, yaitu: di kawasan kantor kelurahan, kawasan pembenihan ikan, kawasan pantai wisata, kawasan Pulau Tidung Kecil, dan kawasan Dernaga Pulau Tidung Kecil. KLHK menilai keberadaan keberadaan sampah di pantai ini sudah melewati batas toleransi, sehingga perlu kerja kolaboratif untuk membersihkannya. Kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon tersebut diharapkan dapat mendorong stakeholder lain untuk lebih peduli kepada kebersihan pantai dari sampah. Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Karliansyah mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya perusahaan melalui program CSR-nya dapat mengalokasikan dana untuk program penanganan dan pengelolaan sampah.

“Laut adalah masa depan kita bersama. Oleh karena itu harus kita jaga jangan sampai sampah-sampah mengotorinya. Apabila pantai bersih, biota laut sehat, dan wisatawan pun banyak yang datang. Mari kita ubah perilaku kita lebih peduli pada kebersihan pantai,” tuturnya.

Pulau Tidung merupakan salah satu dari gugusan kepulauan seribu. Pulau ini dapat dijangkau dengan dua alat transportasi, yaitu, kapal ferry reguler dan perahu motor atau speedboat. Titik-titik pemberangkatan ke Pulau Tidung ada dua lokasi. Pertama, dari Dermaga Pelelangan Muara Angke, titik pemberangkatan ini untuk wisatawan yang ingin menggunakan kapal ferry reguler, dan dari Dermaga Marina Ancol, bagi wisatawan yang ingin menggunakan speedboat. Pulau yang memiliki luas 109 hektar itu dihuni kurang lebih 5.000 jiwa.

Pulau Tidung mempunyai potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan, terutama karena dekatnya lokasi dengan Jakarta. Pulau Tidung bisa menjadi alternatif buat wisatawan yang mulai bosan dengan wisata ke area Puncak dan Bandung. Hamparan pasir putih membuat pantainya menjadi cantik. Pulau ini terbagi menjadi dua, yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Keduanya dihubungkan oleh sebuah jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Cinta. Panjang jembatan ini kira-kira 800 meter, terbuat dari kayu. Dari jembatan ini wisatawan dapat melihat pemandangan di dalam air laut seperti terumbu karang dan ikan-ikan yang lincah berenang pada sisi-sisi jembatan. Saat pagi atau sore hari, jembatan ini menjadi tempat yang romantis untuk melihat matahari terbit atau terbenam. Wisatawan dapat melakukan snorkling, diving, banana boat dan lain-lain. Tapi sayang sekali, karena dekat dengan Jakarta, sampah yang terbawa arus sungai masuk ke laut ternyata sampai juga ke pulau Tidung dan sekitarnya.

Selain sampah, hal lain yang menjadi keprihatinan Kementerian LHK adalah mulai banyaknya penggunaan kendaraan bermotor di sekitar pulau kecil ini, sehingga membuat polusi yang cukup tinggi. Pemerintah mengimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan motor dan beralih ke sepeda. Oleh karena itu melalui kerja kolaboratif kali ini, panitia membagikan sepeda serta menambah jumlah tempat-tempat sampah. Kegiatan CCU di Pulau Tidung juga diwarnai dengan presmian Forum Masyarakat Peduli Lingkungan dan deklarasi Anak Sekolah Cinta Laut. Mereka diharapkan menjadi pelopor kebersihan di Pulau Tidung. (*)