PLTMH, Upaya UP Brantas Terangkan Gulita

Meskipun pasokan listrik di Pulau Jawa sudah lebih dari cukup, namun masih ada beberapa daerah yang belum mendapatkan aliran listrik. Daerah itu biasanya di pelosok dan sangat jauh dari infrastruktur listrik PLN. Beberapa dusun di wilayah kerja unit pembangkitan (UP) Brantas juga mengalami nasib serupa. UP Brantas berupaya memberikan aliran listrik melalui program CSR dengan membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Program CSR PLTMH pertama kali dibangun pada tahun 2012 berlokasi di Dusun Karang Ringin, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. PLTMH dengan daya terpasang 5 KW tersebut dimanfaatkan oleh 24 kepala keluarga (KK) dan digunakan juga untuk penerangan fasilitas umum. Dua tahun kemudian, pada 2014 CSR UP Brantas kembali membangun dan meresmikan PLTMH di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. PLTMH di Kepel berkapasitas 12 KW dan dapat dimanfaatkan oleh 30 KK selain untuk penerangan jalan umum.

UP Brantas terus berupaya mengembangkan potensi sungai menjadi PLTMH untuk melistriki masyarakat. Memasuki tahun 2017, unit yang mengelola PLTA di sepanjang aliran Sungai Konto dan Sungai Brantas itu berhasil membangun PLTMH ke tiga di Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. PLTMH berkapasitas daya 5 KW tersebut diresmikan oleh GM UP Brantas Senin (30/1) kemarin. Hadir dalam kesempatan tersebut Bappeda Kaupaten Ponorogo, Muspika Kecamatan Ngebel dan disaksikan oleh masyarakat desa penerima bantuan.

Warga Desa Talun mengaku gembira dengan kehadiran PLTMH di desanya. Aliran listrik PLTMH yang diprioritaskan untuk penerangan jalan dan fasilitas umum tersebut dirasakan menjadikan suasana gelap malam di desa itu berubah menjadi lebih terang. Waroto, Kepala Desa Talun mengaku terbantu dengan adanya PLTMH. "Berkat program CSR PLTMH ini kini jalanan desa tidak lagi gelap, sekarang sudah seperti kota" ujar Waroto.

Dalam sambutannya GM UP Brantas, Mohammad Heryono mengharapkan agar warga Desa Talun bisa menjaga keberlangsungan PLTMH. “Seluruh elemen Desa Talun saya harapkan bisa menjaga keberlangsungan PLTMH ini. Perawatan merupakan faktor penting. Harus ada orang yang mampu melakukan perawatan,” kata Heryono. Selain itu Heryono juga berpesan agar masyarakat ikut menjaga PLTA Ngebel yang merupakan aset negara. Peran masyarakat tersebut diantaranya dengan menciptakan lingkungan yang kondusif agar PLTA tersebut dapat terus beroperasi.

Komitmen UP Brantas untuk mengembangkan PLTMH bagi masyarakat merupakan salah satu gambaran upaya unit tersebut untuk terus menerangi nusantara. Program tersebut ibarat secercah cahaya yang tumbuh dana akan membawa perubahan bagi bangsa dan masyarakatnya. (hsn)