Menteri Koperasi Dan UMKM Serahkan Hak Cipta Batik Seng

Batik Seng binaan CSR UP Brantas di Desa Sengguruh Malang terus mengembangkan corak dan motif yang beragam. Motif yang unik khas Sengguruh menjadi pembeda dari batik lain, sekaligus merupakan kekuatan daya tariknya. Berbagai motif batik berhasil diciptakan dan diwujudkan dalam kain batik ramah lingkungan yang memanfaatkan pewarna alami.

"Kembang Srengenge Sulur" merupakan salah satu motif unggulan Batik Seng. Keindahan dan keunikan motif tersebut hari ini Selasa (24/1) mendarat pengakuan hak cipta berupa surat pencatatan ciptaan yang diberikan langsung oleh Menteri Koperasi dan UMKM RI AAGN Puspayoga didampingi Bupati Malang H. Rendra Kresna. Sertifikat yang diberikan dalam acara penghargaan insan UMKM saat peresmian pasar rakyat Sumberoto, di Desa Sumberoto, Malang itu diterima oleh Evi Wahyu Astutik didampingi Tim CSR UP Brantas.

Sejak usaha masyarakat kecil dan menengah (UMKM) mulai dirintis, CSR UP Brantas terus melakukan pendampingan. Baik dalam pelatihan maupun kegiatan pameran. Diantaranya pameran UMKM saat Hari Koperasi Agustus tahun lalu. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan produk unggulan Batik Seng sekaligus melebarkan jaringan dan menambah wawawan.

Apa yang dilakukan tim CSR UP Brantas sejalan dengan harapan Menteri Koperasi dan UMKM RI AAGN Puspayoga dalam sambutan saat peresmian pasar rakyat Sumberoto. Puspayoga mengatakan pembangunan nasional pada awalnya berawal dari desa. "Jika desa sejahtera maka pemerataan kesejahteraan pun bisa diwujudkan. Salah satu media untuk mewujudkan itu semua adalah melalui Koperasi dan UMKM" ujar Puspayoga.

UMKM Batik Seng di desa Sengguruh mengajak masyarakat untuk berkarya melalui produk batik dengan pewarna alam sebagai produk unggulan. Dengan menggiatkan masyarakat desa Sengguruh dalam berkarya akan terwujudkan sinergitas pemerataan kesejahteraan nasional sebagaimana yang dicanangkan pemerintah. (hsn)